Press "Enter" to skip to content

Puluhan warga Kota Sukabumi Keracunan Bubur Ayam

Puluhan warga Kota Sukabumi dilarikan ke RSUD R Syamsudin SH dan RS Al Mulk. Mereka diduga keracunan usai menyantap bubur ayam.

Warga Kecamatan Citamiang ini pusing, mual dan muntah. Keluhan warga tersebut berlangsung setelah mengonsumsi bubur ayam yang dijual pedagang di Jalan Pemuda, Kota Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (5/11/2017).

“Anak saya pusing dan mual setelah makan bubur ayam dekat rumah pagi tadi. Beberapa jam kemudian keluhannya mulai terasa. Anak saya mual, lalu muntah dan buang air besar,” kata Ratih (31) saat menunggu putranya, Endsel (3), di RSUD R Syamsudin, Jalan Rumah Sakit, Sukabumi.

Dia sempat kaget ketika membawa anaknya itu ke rumah sakit karena banyak tetangganya yang mengalami keluhan serupa.

“Awalnya saya kira cuma masuk angin biasa” ucap Ratih.

Kondisi serupa dialami warga lainnya, Nova (28). “Saya suapin bubur sampai habis, tadi anak saya sempat mual-mual dan pusing. Sekarang mulai membaik setelah mendapat perawatan di rumah sakit,” ujar Nova.

Menurut warga, penjual bubur ayam tersebut memang sudah lama berjualan di kawasan tersebut. Para pembeli bubur itu datang dari berbagai tempat, tidak hanya dari Jalan Pemuda Citamiang.

Kepala Penanganan Informasi dan Keluhan RSUD R Syamsudin Sukabumi Wahyu Handriana menyebut ada belasan orang kalangan dewasa dan anak mengalami tanda-tanda keracunan. Pasien mengaku sebelumnya makan bubur ayam.

“Sejak pagi hingga sore jumlah korban terus bertambah. Sampai sore tadi mencapai tujuh belas orang,” tutur Wahyu.

Sedangkan warga yang mendapat penangan medis di RS Al Mulk berjumlah empat orang. Sampel makanan dan muntahan telah diambil petugas Dinas Kesehatan (Dinkes) Sukabumi.

Biaya Pengobatan Ditanggung Pemkot Sukabumi

Pemkot Sukabumi menetapkan kasus keracunan ini sebagai kejadian luar biasa (KLB). Tercatat 21 orang menjalani perawatan di RSUD R Syamsudin SH dan RS Al Mulk Sukabumi akibat mengkonsumsi bubur ayam.

Wakil Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi menjelaskan dari 21 korban keracunan itu empat di antaranya anak-anak. Ia meminta petugas medis untuk fokus penanganan maksimal terhadap korban keracunan.

“Pemerintah merasa prihatin dengan kejadian ini. Kami menetapkan peristiwa ini sebagai KLB dan meminta penanganan intensif oleh pihak rumah sakit terhadap para korban. Tadi pasien dewasa sebagian sudah diperbolehkan pulang,” kata Fahmi di ruang perawatan RSUD R Syamsudin, Jalan Rumah Sakit, Kota Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (5/11/2017).

Pemkot Sukabumi membiayai seluruh perawatan dan penanganan medis para warga tersebut. Selain itu, pemerintah berjanji lebih ekstra mengawasi pedagang makanan dan minuman di lingkungan masyarakat.

“Pembiayaannya ditanggung pemerintah. Untuk pengawasan makanan jadi pekerjaan rumah bagi kami. Menjamurnya jajanan-jajanan saat ini tentu harus terus terpantau dan terkontrol dengan baik,” ujarnya.

“Pihak Dinas Kesehatan sudah mengambil sampel makanan yang kata warga menyebabkan keracunan (bubur ayam),” ucap Fahmi menambahkan.