Press "Enter" to skip to content

Lapas Nusakambangan Rusuh, 1 Napi Tewas, 3 Napi Luka-Luka

Kerusuhan antar-narapidana terjadi di Lapas Nusamkambangan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah pada sekitar pukul 10.30 WIB, Selasa (07/11/2017). Akibat insiden ini satu narapidana tewas dan tiga narapidana lain terluka.

Korban tewas diketahui bernama Tumbur Biondy Alvian Partahi Siburian. Sedangkan korban luka Sutrisno (25) mengalami luka tusuk pada paha belakang serta memar pada muka dan tangan, Hasan Bisri (36) mengalami luka memar dan luka tusuk di kepala, serta Dadang Arif (30) mengalami luka memar di wajah.

Tumbur Biondy Alvian Partahi Siburian alias Ondy Bin Robert Freddy Siburian, salah satu anggota kelompok Jhon Kei.

John Kei adalah narapidana yang didakwa membunuh Tan Harry Tantono, Direktur Sanex Steel, pada 2012 lalu. Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus) menjatuhkan vonis 12 tahun penjara kepada John Kei pada 27 Desember 2012.

Namun di tingkat kasasi, Mahkamah Agung (MA) menjatuhkan hukuman yang lebih berat, dari 12 tahun menjadi 16 tahun penjara.

Kabid Humas Polda Jawa Tengah, AKBP Agus Triatmaja mengatakan kepolisian setempat telah mengamankan 11 narapidana yang diduga terlibat dalam kerusuhan itu.

“Sudah diamankan semua, teridentifikasi 11 nama,” kata Agus ketika dikonfirmasi pada Selasa (7/11/2017).

Agus menjelaskan kerusuhan itu terjadi setelah ada pemukulan yang dilakukan sejumlah napi kepada penghuni lapas lainnya. Aksi pemukulan itu memicu pembalasan.

Hingga sekarang, pemicu atau motif kerusuhan itu belum diketahui dengan jelas. Yang jelas, pertikaian terjadi antara 2 kubu napi tindak pidana umum.

“Korban itu yang meninggal satu, yang luka tiga dan kini dirawat di RSUD (Cilacap),” kata Agus.

Dia menerangkan bahwa pengamanan lapas sebenarnya berjalan normal seperti biasanya. Hanya saja, kerusuhan terjadi saat para tahanan berada di luar sel. Karena itu, situasinya menjadi susah terkendali.

“Itu lagi di luar, makanya begitu. Sebenarnya sudah ada upaya dimasukkan ke dalam sel. Pas pagi ada insiden itu (pemukulan pertama) dimasukkan ke dalam sel. Kejadian pas keluar ketemu langsung dikeroyok,” ujar Agus.

Saat ini, kepolisian masih belum bisa memastikan berapa personil yang berjaga selepas insiden rusuh tersebut. Namun, Agus memastikan situasi di Lapas itu sudah kondusif. Ada pihak Satuan Intelijen, Shamapta Bhayangkara, dan Pengendalian Massa sudah dikerahkan oleh Polres Cilacap yang dikerahkan untuk berjaga.

Sementara berdasar laporan Antara, kerusuhan itu menyebabkan tiga dari empat korban, termasuk satu napi yang tewas, mengalami luka tusuk. Kerusuhan tersebut terjadi pada Selasa siang di Blok C Nomor 20 yang merupakan kamar napi tamping atau tahanan pendamping.

Kepala Kepolisian Resor Cilacap Ajun Komisaris Besar Polisi Djoko Julianto mengatakan 11 pelaku kerusuhan itu hingga kni masih menjalani pemeriksaan. Menurut dia, pemeriksaan itu dilakukan oleh petugas di Lapas Permisan, Nusakambangan.

“Saat ini situasi telah kondusif. Kami sudah memeriksa pihak-pihak yang terlibat dalam kerusuhan tersebut,” katanya.