Press "Enter" to skip to content

Bareskrim Bekuk Komplotan Pemalsu Uang Dan Dokumen Di Karawang

Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus (Ditipideksus) Bareskrim Mabes Polri berhasil membekuk komplotan pemalsu uang dan sejumlah dokumen di Karawang. Dokumen palsu itu digunakan untuk transaksi jual-beli sejumlah kendaraan dan digadaikan ke pegadaian.

Setidaknya, ada 13 orang yang diamankan petugas, yaitu BH (38), AK (44), AS (44), YH (36), DA (50), dan BC (34), CM (33), TT (48), DF (33), AH (45), ST (55), AR (32) dan ASL (64) yang ditangkap di tempat berbeda-beda.

Dari mereka polisi menemukan uang siap edar sekitar 24 juta rupiah, dan miliaran uang hasil cetak yang belum dipotong-potong.

Setelah dilakukan pemeriksaan dan penggeledahan di rumah tersangka BH, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti yakni 16 unit mobil, enam sepeda motor, 20 BPKB palsu, 32 STNK palsu, 76 lembar cek fisik kendaraan, 20 lembar KTP palsu, dan tiga buku tabungan palsu.

Kabareskrim Polri Komjen Pol Ari Dono Sukmanto mengatakan bahwa para tersangka sudah mempunyai peran masing-masing seperti membuat surat kendaraan palsu hingga membeli dan menggadaikan mobil. Ari menerangkan modus para tersangka yaitu mulai membeli mobil lewat leasing tanpa adanya BPKB kemudian membuat BPKB palsu dari kendaraan tersebut.

Kemudian mereka menggadaikan mobil beserta surat-surat kendaraan tersebut dengan tujuan mencari keuntungan yang cukup besar.

Sindikat Pemalsuan Uang Karawang

“Mobil-mobil ini digadaikan. Ada lima pegadaian di Jabar tempat para tersangka menggadaikan mobil di antaranya di Karawang, Soreang, Pamanukan, Bekasi dan Subang. Mobil ini dia beli Rp 50 juta kemudian masuk pegadaian sekitar Rp 140 juta,” terang Ari.

Jenderal bintang tiga ini menyebut para tersangka terlebih dahulu sudah melakukan kerjasama dengan ‘orang dalam’ pegadaian. Sehingga mobil yang akan mereka gadaikan itu bisa lolos dari pengecekan fisik oleh pihak pegadaian.

“Rupanya mereka sudah bekerjasama dengan Satpam. Satpam yang sudah menerima dari pelaku ada pengantar dari Samsat kendaraan tersebut,” sebutnya.

Seluruh tersangka diduga telah melakukan tindak pidana Pasal 372, KUHP, Pasal 480 KUHP, Pasal 3, 5 UU nomor 8 tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pencucian Uang Jo Pasal 55, 56 KUHP.