Press "Enter" to skip to content

Gempa Banten Rusakkan Ratusan Rumah

Gempa bumi berkekuatan 6,1 SR (sebelumnya diberitakan 6,4 SR) yang berpusat di laut pada jarak 43 km arah selatan Kota Muarabinuangeun, Kabupaten Cilangkahan, Propinsi Banten, Selasa (23/1/2018), menyebabkan ratusan rumah rusak di kawasan tersebut.

Menurut Kepala BPBD Lebak, Banten, Kaprawi setidanya 105 rumah rusak di 7 kecamatan di Kabupaten Lebak setelah gempa mengguncang.

“Petugas kami terus mendata di lapangan, kami dibantu tokoh masyarakat, TNI/Polri, dan warga,” ucap Kaprawi dalam wawancara dengan KompasTV, Selasa.

Data terbaru Kompas TV menunjukkan, kerusakan rumah paling banyak terjadi di Kecamatan Panggarangan, yaitu 85 rumah. Kerusakan umumnya terjadi di bagian atap.

Sebelumnya, data sementara yang diperoleh dari BPBD Lebak, setidaknya sudah 45 rumah rusak, yaitu masing-masing 3 rumah di Kecamatan Bayah, 1 rumah di Kecamatan Wanasalam, 32 rumah di Kecamatan Panggarangan, 6 rumah di Kecamatan Cilograng, 1 rumah di Kecamatan Lebak Gedong, dan 2 rumah di Kecamatan Sobang.

Untuk sementara pula, belum ada laporan korban jiwa. BPBD Lebak masih terus mendata kerusakan dan korban setelah guncangan gempa ini.

Penyebab Gempa Banten

Kepala Pusat Gempa bumi dan Tsunami BMKG, Moch Riyadi, gempa yang terjadi pada pukul 13.34 WIB siang tadi merupakan gempa tektonik yang terjadi di Samudera Hindia Selatan Jawa.

“Hasil analisis BMKG menunjukkan bahwa gempabumi berkekuatan 6,1 SR (sebelumnya 6,4 SR) terjadi dengan koordinat episenter pada 7,23 LS dan 105,9 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 43 km arah selatan Kota Muarabinuangeun, Kabupaten Cilangkahan, Propinsi Banten pada kedalaman 61 km,” jelas dia.

Dampak gempa bumi yang digambarkan peta tingkat guncangan (shakemap), BMKG menunjukkan bahwa guncangan paling dirasakan di daerah Jakarta, Tangerang Selatan, Bogor, II SIG-BMKG (IV-V MMI).

“Gempa bumi selatan Jawa-Bali-Nusa Tenggara ini termasuk dalam klasifikasi gempa bumi berkedalaman dangkal akibat aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempang Eurasia,” jelas dia.